IPP Track : IPP Club

kegiatan IESR.png

14 Mar 2022

IPP Track : IPP Club

IPP Track - IPP Club bertujuan untuk menggali informasi realisasi dan PPA PLTS, identifikasi project pipeline skala besar, dan rekomendasi perbaikan peraturan, perizinan, hingga prosedur pengadaan yang efektif dan mampu menarik penawaran terbaik. Selain itu forum ini sebagai wadah untuk menggali komitmen baik IPP serta PLN dalam pengembangan PLTS skala besar di tahun 2022, serta hingga 2025 dan 2030. Acara IPP track yang diselenggarakan pada pertengahan Maret dihadiri oleh 55 peserta dari kalangan IPP, pemegang IUPTLU, dan pengelola kawasan industri.


Kontribusi berbagai pihak khususnya pemangku kepentingan dari sisi pembangkitan listrik energi terbarukan skala besar - IPP dan PLN/pemegang IUPTLU- sangat dibutuhkan untuk mencapai target energi terbarukan 23% pada tahun 2025 serta sebagai upaya dalam akselerasi transisi energi.


Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021-2030 yang diterbitkan pada Oktober 2021 lalu merupakan dokumen rencana ketenagalistrikan paling yang paling hijau - green RUPTL. Dalam dokumen tersebut, rencana penambahan kapasitas pembangkit listrik energi terbarukan sebesar 51.6% atau setara 20.9 GW pada tahun 2030. Lebih besar dibanding pembangkit listrik yang bersumber dari energi fosil. Sedangkan target untuk PLTS sebesar 4.7 GW hingga 2030. Selain itu, untuk mendukung akselerasi energi terbarukan, PLN saat ini berfokus dalam program de-dieselisasi tahap 1 dengan kapasitas kurang lebih 200 MW.


Selain untuk mendorong perkembangan energi terbarukan khususnya energi surya, target perencanaan dan project pipeline yang jelas dapat mendorong tumbuhnya industri PLTS yang terintegrasi dalam negeri. Kesiapan industri PLTS dalam negeri dari hulu ke hilir dapat menciptakan multiplier effect. Termasuk pembukaan lapangan kerja hijau serta solusi dalam isu Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN).


Sejumlah peserta yang hadir khususnya pengembang (IPP) menyampaikan telah memiliki rencana pengembangan PLTS skala besar (ground mounted dan floating solar), baik dalam pipeline maupun yang telah dama proses negosiasi. Pengelola kawasan industri dan pemegang wilus/IUPTLU selain PLN juga mulai beralaih menggunakan energi surya - PLTS - namun terkendala dengan keterbatasan area dan wilayah. Beberapa kawasan industri yang memiliki keterbatasan area hanya memiliki atap untuk pemanfaatan PLTS. Perbaikan regulasi power wheeling diharapkan dapat mendukung industri untuk memanfaatkan sumber energi terbarukan sebagi pasok kebutuhan energi mereka.