Finance Track : Financier’s Club

kegiatan IESR.png

17 Mar 2022

Finance Track : Financier’s Club

Finance Track - Financiers Club sebagai wadah diskusi dan penggalian informasi tentang instrumen pembiyaan, pendanaan, dan mitigasi risiko yang tersedia dalam pengembangan PLTS. Selain itu, komitmen dari lembaga keungan dan lembaga penyalur pendanaan dalam mendukung program pendanaan hijau dalam mendukung proyek energi terbarukan 2022 hingga 2030 menjadi output dalam kegiatan ini. Diskusi Finaciers Club dihadiri oleh 95 peserta dari regulator, perbankan, serta lembaga keuangan dan pembiayaan terkait.


Investasi dalam penanganan perubahan iklim di Indonesia membutuhkan modal yang tidak sedikit. Peran pembiayaan dari non-APBN sangat dibutuhkan untuk dapat mencapai komitmen Indonesia dalam upaya mitigasi perubahan iklim baik di tingkat global dan nasional.


Kendala yang dihadapi sejumlah lembaga pembiayaan adalah management risiko. Sejauh ini, risiko dalam pengembangan dari pembangkit energi terbarukan masih menjadi barriers to entry termasuk dalam pengembangan energi surya. Peningkatan kapasitas bagi sektor jasa keuangan perlu untuk dilakukan sehingga semakin banyak ragam pembiayaan yang inovatif dan minimim resiko.


Penciptaan ekosistem yang ramah pembiayaan juga menjadi poin penting dalam upaya mendorong inovasi ragam instrumen pembiayaan untuk mendukung transisi energi. Selain itu, insentif, market maturity, dan dukungan teknologi menjadi faktor yang berpengaruh dalam mendukung ekosistem yang kondusif.


Kolaborasi dan komunikasi yang intensif dari berbagai pemangku kepentingan termasuk juga intehrasi antar regulator, lembag pembiayaan, dan pemangku kepentingan sangat dibutuhkan untuk memobilisasi investasi energi terbarukan khususnya energi surya. Selain skema pembiayaan inovatif atau non-konvensional, model refinancing juga perlu ditingkatkan sebagai upaya akselerasi PLTS di Indonesia.